Sabtu, 27 April 2013

Keyakinan



Tak kata yang terucap dari bibir ini
Tak ada kegiatan yang ingin ku lakukan
Tak ada orang lain kecuali aku
Sendiri dalam tempat yang asing
Sendiri tanpa ada yang menemani

Uhhh,,
Sangat membosankan hidup tanpa ada yang menemani
Sangat menyebalkan hidup sendirian
Tapi tak ada yang bisa kuperbuat
Hanya diam dan merenung yang dapat kulakukan

 Aku harus membiasakan diri
 Aku harus beradaptasi
Aku harus bisa mandiri
Dengan teman ataupun tidak aku akan tetap menjalani hidup ini

Perang suku di Lampung



Bab I
PENDAHALUAN

1.      Latar Belakang

Indonesia adalah Negara yang memiliki berbagai macam suku, agama, budaya, ras dan bahasa yang berbeda-beda. Sehingga banyak terjadi kesalahpahaman atau gesekan yang terjadi antar masyarakat yang dapat menimbulkan konflik. Banyak daerah-daerah yang terdapat di Indonesia di tempati oleh orang-orang pendatang yang bukan penduduk asli dari daerah tsb. Sehingga terkadang banyak penduduk asli merasa terganggu dan terpinggirkan karena warga pendatang yang lebih menguasai daerahnya. Sebagai contoh daerah Lampung, dengan penduduk yang mencapai 7.608.405 (sensus 2010) ini ditempati oleh berbagai suku, selain suku asli lampung sendiri di provinsi tersebut juga banyak penduduk/suku yang berasal dari sumsel, bali, Lombok,  jawa, padang, batak, Madura, Palembang dan warga asing (China, Arab). Tentunya dengan berbaurnya berbagai macam suku tersebut maka tingkat kecenderungan untuk terjadinya konflik semakin tinggi. Sebenarnya konflik antar suku sudah sering terjadi di lampung baik antara suku lampung asli dengan bali maupun suku jawa dengan bali atau suku lampung dengan jawa.


2.      Rumusan Masalah

1)      Apa itu konflik ?
2)      Apa saja penyebab konflik di Indonesia ?


3.      Tujuan

1)      Mengetahui penyebab konflik yang terdapat di Indonesia
2)      Mengetahui penyebab konflik yang terjadi di Lampung








  Bab II
PEMBAHASAN

Konflik berasal dari kata kerja Latin configure yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses social antara 2 orang atau lebih (kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik sering terjadi di Indonesia bahkan hampir setiap hari terjadi konflik, itu biasanya disebabkan oleh   kesalahpahaman antar individu atau kelompok.  Bahkan konflik di Indonesia bisa sangat luas seperti perang antar suku, agama, budaya dan lain-lain. Seperti konflik yang terjadi di daerah Lampung, konflik itu terjadi antara suku asli Lampung dengan suku pendatang dari Bali.
Suku asli Lampung pada dasarnya bersikap sangat baik terhadap para pendatang, mereka menyambut baik kedatangan para pendatang tersebut tetapi memang terkadang para pendatang lah yang sering menyulut amarah penduduk asli lampung. Sebagai tuan rumah, suku asli lampung tentunya tidak akan tinggal diam jika mereka merasa dihina oleh suku lain apalagi hal tersebut berkaitan dengan masalah “harga diri”.
Konflik antar suku dilampung memang bukan merupakan sebuah hal baru, konflik tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya dan pemicunya hanyalah berawal dari masalah sepele. Bahkan di tempat yang sama dengan saat ini terjadi perang suku saat ini yaitu di Sidorejo kecamatan Sidomulyo juga pernah terjadi pada bulan januari 2012 kemarin, pemicunya adalah perebutan lahan parkir. Berikut ini beberapa perang antar suku yang pernah terjadi di Lampung :
Ø  Pembakaran pasa Probolinggo Lampung Timur oleh suku bali.
Ø  29 Desember 2010 : Perang suku Jawa / Bali vs Lampung berawal dari pencurian ayam.
Ø  September 2011 : Jawa vs Lampung
Ø  Januari 2012 : Sidomulyo Lampung Selatan Bali vs Lampung
Konflik diatas adalah beberapa konflik yang terhitung besar, selain konflik besar yang pernah terjadi diatas di lampung juga sering terjadi konflik – konflik kecil antar suku namun biasanya hal tersebut masih bisa diredam sehingga tidak membesar.Dari konflik – konflik kecil tersebut timbul lah dendam diantara para suku – suku tersebut sehingga jika terjadi insiden kecil bisa langsung berubah menjadi sebuah konflik besar. Pengelompokan suku di daerah lampung memang sudah terjadi sejak lama, bahkan hal tersebut sudah terjadi sejak mereka remaja. Di beberapa sekolah didaerah lampung anak – anak suku bali tidak mau bermain / bersosialisasi dengan anak-anak suku lainnya begitu juga dengan anak-anak dari suku jawa maupun lampung. Mereka biasanya berkelompok berdasarkan suku mereka sehingga jika diantara kelompok tersebut terjadi perselisihan tentunya akan melibatkan suku mereka.
Bab III
         PENUTUP


Kesimpulan
           
            Suku, agama, ras, budaya, kepentingan, kesalahpahaman dan masih banyak lagi, itu adalah contoh dari penyebab konflik yang terjadi di Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang masih berpikir bahwa suatu masalah hanya dapat diselesaikan dengan otot bukan otak. Jadi seharusnya masyarakat Indonesia bisa lebih dewasa dalam menanggapi suatu masalah agar tidak terjadi konflik. Konflik tidak akan terjadi jika masyarakat Indonesia bisa menghormati, menghargai dan toleransi terhadap orang-orang yang memiliki agama, ras, suku dan budaya yang berbeda, agar sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi.


Saran

            Masyarakat Indonesia seharusnya bisa belajar dari pengalaman, bahwa konflik itu hanya mengakibatkan kerugian dan tidak membawa keuntungan. Maka dari itu masyarakat Indonesia bisa saling toleransi kepada siapa saja baik itu dari suku pendatang maupun suku asli daerah tersebut. Sehingga konflik yang terjadi di Indonesia bisa berkurang.



















DAFTAR PUSTAKA

www.lintasberita.web.id

Rabu, 03 April 2013

Ketimpangan Sosial





Waktu itu saya dalam perjalanan ke sebuah tempat rekreasi yang ada di daerah Jakarta. Dalam perjalanan saya secara tidak sengaja melihat sesuatu daerah yang menarik untuk dibicarakan. Di daerah tersebut saya melihat kea rah kanan saya terdapat perumahan mewah yang ukuran rumahnya cukup  untuk tempat tinggal 50 orang. Namun ketika saya melihat ke arah kiri, saya agak terperangah karena di sana terdapat banyak rumah-rumah kumuh yang tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Saya berpikir ternyata dinegara ini masih banyak ketimpangan social yang menunjukan belum berhasilnya peran pemerintah dalam bidang social,ekonomi dll.bayangkan saja di satu sisi sebagian orang menikmati kehidupan yang serba mewah dan di sisi lain masih banyak orang-orang yang untuk kebutuhan makan sehari-hari saja susah. Dan daerah si kaya dan si miskin tersebut hanya dipisahkan oleh sebuah kali.
Saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri  ternyata di Negara yang kekayaan alamnya sangat melimpah ini masih banyak orang-orang yang kehidupan ekonominya dibawah garis kemiskinan. Andai saja kekayaan alam yang melimpah dinegara ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan tidak ada        oknum-oknum yang KKN mungkin orang-orang miskin akan berkurang, apalagi jika orang-orang mau menyumbangkan sebagian hartanya ke orang-orang yang kurang mampu mungkin masalah-masalah social dan ekonomi akan sedikit demi sedikit berkurang.
Siapa yang salah dalam masalah kehidupan social yang berbeda ini?  Tidak ada yang dapat disalahkan secara langsung, karena masalah ketimpangan social ini adalah masalah bersama dan harus diselesaikan secara bersama-sama. Pemarsalahan seperti kehidupan social yang berbeda antara si kaya dan si miskin tidak dapat di selasaikan seperti membalikan telapak tangan, masalah ini butuh proses yang panjang dan butuh waktu yang lama  untuk di selesaikan. Jadi butuh kerjasama antara pemerintah dengan orang-orang yang memeliki kekayaan yang lebih untuk membantu orang-orang yang kekurangan.

Rabu, 27 Maret 2013

Hak Mendapat Pendidikan



Bab I
PENDAHULUAN

1.   LATAR BELAKANG

Setiap warga Negara mendapatkan hak dan kewajiban yang sama sehingga tidak ada perbedaan dalam hal hak dan kewajiban. Indonesia termasuk Negara yang Demokratis, dimana setiap hak dan kewajiban untuk setiap masyarakatnya harus terpenuhi dan adil. Untuk mewujudkan itu semua harus dibutuhkan suatu tindakan yang benar dan nyata agar tidak ada lagi hak dan kewajiban yang terabaikan. Lebih dari itu, sebagai warga Negara yang baik maka sebaiknya kita mengetahui hak  yang kita dapatkan dan mana kewajiban yang harus kita penuhi. Seperti pasal 31 ayat 1 hak untuk mendapatkan pendidikan bagi setiap warga Negara itu harus kita ketahui, agar pemerintah bisa melaksanakan UU tersebut dengan baik dan benar.


2.      RUMUSAN MASALAH
1)         Apa itu hak pendidikan?
2)         Apakah hak pendidikan di Indonesia sudah terpenuhi?
3)         Bagaimana cara memenuhi hak pendidikan di Indonesia?


3. TUJUAN
1)         Mengetahui hak mendapatkan pendidikan bagi semua warga Negara.
2)         Mengetahui tidak ada perbedaan bagi setiap warga Negara dalam hal pendidikan.







BAB II
PEMBAHASAN

      Hak pendidikan adalah hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak untuk semua golongan masyarakat tanpa terkecuali. Penuhan hak asasi manusia untuk mendapatkan pendidikan di Indonesia masih minim. Tidak hanya itu, pemerintah juga dinilai belum secara serius memberikan hak asasi warga negaranya dalam hal pendidikan secara merata. 
Menurut ketua komisi nasional Hak Asasi Manusia Ifdhal Kasim, sekarang ini terjadi penurunan akses mendapatkan pendidikan yang baik untuk masyarakat. Padahal undang-undang mewajibkan adanya pemenuhan hak mendapatkan pendidikan minimal 9 tahun. Di satu sisi, kelompok masyarakat tertentu bisa leluasa mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang bagus dan sisi yang lain banyak anak-anak usia sekolah tak dapat mengenyam pendidikan.
Padahal dalam kebijakan pemerintah sekolah itu sebenarnya sudah gratis.  Tapi yang jadi masalahnya adalah dalam kenyataan dilapangan, kebijakan pemerintah tersebut tidak berjalan secara merata. Sebagai contoh pendidikan dia daerah Ibu kota Jakarta itu kebanyakan sekolah sampai tingkat SMP sudah gratis, sedangkan untuk di daerah pedalaman seperti papua pendidikan itu sangat sulit untuk didapatkan karena jarak antara sekolah dengan tempat tinggal yang sangat jauh sudah begitu tidak gratis.
Masalah pendidikan gratis sebenarnya tidak bisa hanya tanggung jawab  pemerintah pusat, tapi pemerintan daerah juga mempunyai andil dalam mewujudkan pendidikan gratis. Oleh sebab itu harus ada sinergi yang sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam hal pendidikan, sehingga pendidikan gratis selama 9 tahun untuk semua masyarakat dapat terwujud.
Jika pendidikan disemua daerah sudah gratis serta fasilitas sekolah dan para pengajarnya sudah memenuhi syarat , maka itu akan mengangkat martabat Negara dimata dunia. Karena, Negara yang masyarakat berpendidikan itu lebih disegani oleh Negara lain, dari pada Negara yang masyarakatnya tidak mengenyam pendidikan sama sekali.




Bab III
PENUTUP

KESIMPULAN
      Jadi kesimpulanya adalah pendidikan di Indonesia itu masih banyak kekurangannya seperti fasilitas yang tidak merata,SDM yang masih kurang,belum semua sekolah di Indonesia gratis dan masih banyak lagi masalah-masalah lainnya. Jika saja para pejabat pusat ataupun daerah pemerintah bisa serius dalam masalah pendidikan, mungkin semua masalah tersebut bisa diatasi. Mudah-mudahan masalah pendidikan di Indonesia bisa cepat teratasi sehingga para generasi penerus bangsa bisa memiliki ilmu yang berguna untuk membangun bangsa ini dengan baik.


SARAN
Pemerintah harus bisa melaksanakan UU tentang pendidikan gratis dengan baik,benar dan merata. Sehingga tidak ada lagi anak-anak usia sekolah yang tidak dapat menikmati pendidikan. Oleh sebab itu harus ada tindakan yang nyata dari pemerintah.









DAFTAR PUSTAKA

sapulidinews.com/bodetabek/berita.php?id=515